Database
Sejarah Database
Pengertian
Database
Database adalah kumpulan dari
data-data yang membentuk suatu berkas (file) yang saling berhubungan (relation)
dengan tatcara yang tertentu untuk membentuk data baru atau informasi. Atau
basis data (database) merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan
(relasi) antara satu dengan yang lainnya yang diorganisasikan berdasarkan skema
atau struktur tertentu. Pada komputer, basis data disimpan dalam perangkat
hardware penyimpan, dan dengan software tertentu dimanipulasiunruk kepentingan
atau keguanaan tertentu. Hubungan atau relasi data biasanya ditunjukkan dengan
kunci (key) dari tiap file yang ada. Data merupakan fakta atau nilai (value)
yang tercatat atau merepresentasikan deskripsi dari suatu objek. Data yang
merupakan fakta yang tercatat dan selanjutnya dilakukan pengolahan (proses)
menjadi bentuk yang berguna atau bermanfaat bagi pemakainya akan membentuk apa
yang disebut informasi. (Wikipedia)
Sejarah Database
Tahun 1960
Dari awal penggunaan komputer, penyimpanan dan manipulasi
data merupakan focus utama aplikasi. Pada awal tahun 1960, Charles Bachman
diperusahaan General Electric mendesain generasi pertama DBMS yang disebut
Penyimpanan Data Terintegrasi (Integrated Data Store). Dasar untuk model data
jaringan dibentuk lalu distandardisasi oleh Conference on Data System Language
(CODASYL). Kemudian, Bachman menerima ACM Turing Award (Penghargaan semacam
nobel pada ilmu komputer ) di tahun 1973.
Pada akhir tahun 1960-an, IBM mengembangkan system
manajemen informasi (Information Manajemen System) DBMS. IMS dibentuk dari
representasi data pada kerangka kerja yang disebut model data hierarki. Dalam
waktu yang sama, hasil kerja sama antara IBM dengan perusahaan penerbangan
Amerika mengembangkan system SABRE. System SABRE memungkinkan user mengakses
data yang sama pada jaringan computer.
Tahun 1970
Pada tahun 1970, Edgar Codd di laboratorium penelitian di
San Jose mengusulkan suatu representasi data baru yang disebut model data
relational. Pada tahun 1980, model relasional menjadi paradigm DBMS paling
dominan. Bahasa query SQL dikembangkan untuk basisdata relasional sebagai
bagian proyek Sistem R dari IBM. SQL di standardisasi di akhir tahun 1980 dan
SQL-92 diadopsi oleh American National Standards Institute (ANSI) dan
International Standards Organization (ISO). Program yang digunakan untuk
eksekusi bersamaan dalam basisdata disebut transaksi. User menulis programnya,
dan bertanggung jawab menjalankan program secara bersamaan terhadap DBMS. Pada
tahun 1999, James Gray memenangkan Turing award untuk kontribusinya pada
manajemen transaksi dalam DBMS.
Tahun 1980
Pada akhir tahun 1980 dan permulaan tahun 1990, banyak
bidang system basisdata dikembangkan. Penelitian dibidang basisdata meliputi
bahasa query yang powerful, model data yang lengkap, dan penekanan pada
dukungan analisis data yang kompleks semua bagian organisasi. Beberapa vendor
(misalnya IBM, DB2, Oracle8, dan Informix UDS) memperluas sistemnya dengan
kemampuan menyimpan tipe data baru misalnya image dan text serta kemampuan
query yang kompleks. System khusus dikembangkan banyak vendor untuk membuat
data warehouse dan mengonsolidasi data beberapa basisdata.
Suatu fenomena menarik adalah munculnya enterprice
resource planning (ERP) dan management resource planning (MRP), yang menambah
lapisan substansial dari fitur berorientasi aplikasi pada DBMS utama. Paket
yang digunakan secara luas meliputi Baan, Oracle, PeopleSoft, SAP, dan Siebel.
Paket tersebut mengidentifikasi kumpulan tugas umum (misalnya manajemen
inventori, perencanaan sumber daya manusia, dan analisis keuangan) yang
dihadapi oleh sejumlah besar organisasi dan menyediakan lapisan aplikasi umum
untuk melaksanakan tugas. Data disimpan dalam DBMS relasional. Kemudian,
lapisan aplikasi dapat disesuaikan pada perusahaan berbeda sehingga biaya
keseluruhan perusahaan menjadi lebih rendah disbanding biaya pembuatan lapisan
aplikasi dari awal. Lebih jauh, DBMS memasuki dunia internet. Saat generasi
pertama, web site menyimpan datanya secara ekskulisif dalam file system
operasi. Pada saat ini, DBMS dapat digunakan untuk menyimpan data yang dapat
diakese melalui web browser. Query dapat dibuat melalui form web dan format
jawabannya dengan menggunakan markup language semisal HTML untuk mempermudah
tampilan pada browser. Semua vendor basisdata menambah fitur ini untuk DBMS
mereka.
Manajemen basisdata mempertimbangkan pentingnya suatu
data bersifat online dan dapat diakses melalui jaringan computer. Saat ini,
bidang seperti ini diwujudkan dalam basisdata multimedia, video unteraktif,
perpustakaan digital, proyek ilmuwan seperti proyek pemetaan, proyek system
obeservasi bumi milik NASA, dan lain sebagainya (Ramakrishnan and Gehrke,
2003).
Konsep
Database
Konsep dasar dari database adalah
kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah database memiliki
penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya:
penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan objek yang diwakili
suatu database, dan hubungan di antara objek tersebut. Ada
banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur database,
ini dikenal sebagai database model atau model data. Model yang
umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah yaitu
mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan
dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya
menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan antar tabel
diwakili dengan menggunakan nilai yang sama antar tabel. Model yang lain
seperti model hierarkis dan model jaringan menggunakan cara yang lebih eksplisit
untuk mewakili hubungan antar tabel.
Bila terdapat file yang tidak
dapat dipadukan atau dihubungkan dengan file yang lainnya,
berarti file tersebut bukanlah kelompok dari satu database,
melainkan membentuk satu database sendiri.Database juga
merupakan landasan bagi pembuatan dan pengembangan program aplikasi. Oleh sebab
itu, database harus dibuat sedemikian rupa sehingga pembuatan
program lebih mudah dan cepat.
Database merupakan salah satu komponen yang penting
dalam sistem informasi, karena merupakan basis dalam menyediakan informasi bagi
para pemakai. Penerapandatabase dalam sistem informasi disebut
dengan database system. Sistem databaseadalah suatu sistem
informasi yang mengintegrasikan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu
dengan yang lainnya. Databse terdiri dari data yang akan
digunakan atau diperuntukkan terhadap banyak user, dari
masing-masing user akan menggunakan data tersebut sesuai dengan
tugas dan fungsinya.
Adapun hierarki data adalah:
a. Database adalah
kumpulan dari beberapa file atau tabel yang saling berhubungan
antara file yang satu dengan yang lainnya.
b. File adalah
kumpulan dari record yang saling berkaitan dan memiliki
format field yang sama dan sejenis.
c. Record adalah
kumpulan dari field yang menggambarkan satu unit data individu
tertentu.
d. Field adalah
suatu atribut dari record yang menunjukkan suatu item dari
sebuah field.
e. Byte adalah
atribut dari field yang berupa karakter yang membentuk nilai
dari sebuah field.
f. Bit
adalah bagian terkecil dari data secara keseluruhan, yaitu berupa karakter
ASCII nol atau satu yang merupakan komponen byte.
Struktur
Database
Istilah database digunakan secara tidak tepat oleh
sebagian orang. ketidak-tepatan ini tidak mempengaruhi komunikasi diantara
sebagian besar professional bisnis, tetapi saat mempeljari struktur dan konsep
database, mahasiswa harus mengetahui makna yang lebih tepat. Istilah Database
mengacu pada semua data yang disimpan pada sumber daya berbasis computer milik
organisasi. Sistem manajemen Database (database management system-DBMS) adalah
suatu aplikasi perangkat lunak yang menyimpan struktur database, data itu
sendiri, hubungan antar-data didalam database, maupun formulir dan laporan yang
berhubungan dengan database..
Macam-macam Struktur Database
1. Struktur Database Hierarkis
Struktur Database Hierarkis
(Hierarchical Database Structure), yaitu struktur kelompok data, subkelompok
data dan subkelompok yang lebih kecil lagi menyerupai cabang-cabang pohon.
Seperti cabang-cabang pohon, untuk pindah dari suatu catatan di suatu cabang
kesuatu catatan di cabang lain, system manajemen database harus kembali
ketempat asal percabangan itu. Struktur hierarkis memanfaatkan sumber daya
computer secara efisien saat sebagian besar catatan dalam database akan
digunakan dalam aplikasi.
2. Sruktur Database Jaringan
Struktur database jaringan
(network database structure) memungkinkan satu
Catatan tertentu menunjuk pada catatan lain dalam database . Subkomite Database
Task Group CODASYL mengeluarkan spesifikasi struktur database jaringan pada
Tahun 1971.
Jaringan memecahkan masalah keharusan untuk kembali ke tempat asal
percabangan database. Secara konseptual, tiap catatan dalam database dapat
memiliki penunjuk ke tiap catatan lain di dalam database.
Catatan tertentu menunjuk pada catatan lain dalam database . Subkomite Database
Task Group CODASYL mengeluarkan spesifikasi struktur database jaringan pada
Tahun 1971.
Jaringan memecahkan masalah keharusan untuk kembali ke tempat asal
percabangan database. Secara konseptual, tiap catatan dalam database dapat
memiliki penunjuk ke tiap catatan lain di dalam database.
3. Struktur Database Relational
Struktur system manajemen
relational merupakan system yang menyerupai
Table-tabel, dan merupakan format yang dapat dipahami secara cepat oleh
Manajer dan/atau staf professional.
Table-tabel, dan merupakan format yang dapat dipahami secara cepat oleh
Manajer dan/atau staf professional.
Daftar Terbatas Penjual Sistem
Manajemen Database Relational :
1. IBM
2. Informix Software, Inc.
3. Microso
4. Oracle Corporation
5. Sybase
1. IBM
2. Informix Software, Inc.
3. Microso
4. Oracle Corporation
5. Sybase
Keunggulan DBMS (Database
Management System)
Dengan menggunakan sistem manajemen basis data
penyimpanan data menjadi lebih baik selain itu juga memiliki banyak kelebihan
diantaranya.
Performance
Dari segi performance dapat diketahui bahwa dengan menggunakan sistem basis data dapat menyimpan file berukuran besar, sekaligus juga membuat lebih efisien dan praktis.
Integritas
Dengan penggunaan DBMS integritas data menjadi lebih terjamin. Masalah redudansi sering terjadi dalam DBMS. Redudansi adalah kejadian berulangnya data atau kumpulan data yang sama dalam sebuah database yang mengakibatkan pemborosan media penyimpanan.
Independensi
Perubahan struktur database dimungkinkan terjadi tanpa harus mengubah aplikasi yang mengaksesnya sehingga pembuatan antarmuka ke dalam data akan lebih mudah dengan penggunaan DBMS.
Sentralisasi/Pusatdata
Data yang terpusat akan mempermudah pengelolaan database. kemudahan di dalam melakukan bagi pakai dengan DBMS dan juga kekonsistenan data yang diakses secara bersama-sama akan lebiih terjamin dari pada data disimpan dalam bentuk file atau worksheet yang tersebar.
Performance
Dari segi performance dapat diketahui bahwa dengan menggunakan sistem basis data dapat menyimpan file berukuran besar, sekaligus juga membuat lebih efisien dan praktis.
Integritas
Dengan penggunaan DBMS integritas data menjadi lebih terjamin. Masalah redudansi sering terjadi dalam DBMS. Redudansi adalah kejadian berulangnya data atau kumpulan data yang sama dalam sebuah database yang mengakibatkan pemborosan media penyimpanan.
Independensi
Perubahan struktur database dimungkinkan terjadi tanpa harus mengubah aplikasi yang mengaksesnya sehingga pembuatan antarmuka ke dalam data akan lebih mudah dengan penggunaan DBMS.
Sentralisasi/Pusatdata
Data yang terpusat akan mempermudah pengelolaan database. kemudahan di dalam melakukan bagi pakai dengan DBMS dan juga kekonsistenan data yang diakses secara bersama-sama akan lebiih terjamin dari pada data disimpan dalam bentuk file atau worksheet yang tersebar.
Sekuritas/KeamananData
DBMS memiliki sistem keamanan yang lebih fleksibel daripada pengamanan pada file sistem operasi. Keamanan dalam DBMS akan memberikan keluwesan dalam pemberian hak akses kepada pengguna.
Walupun manfaat serta keunggulan yang diberikan apabila menggunakan sistem manajemen basis data sangat besar namun tidak dipungkiri bahwa setiap sistem memiliki sebuah kelemahan. Kelemahan yang sampai saat ini dirasakan para pengguna sistem basis data yaitu biaya yang relatif besar. Untuk itu yang harus diperhatikan sebelum membuat dan menggunakan sistem manajemen basis data adalah sebagai berikut.
Kelemahan DBMS (Database Management System)
DBMS memiliki sistem keamanan yang lebih fleksibel daripada pengamanan pada file sistem operasi. Keamanan dalam DBMS akan memberikan keluwesan dalam pemberian hak akses kepada pengguna.
Walupun manfaat serta keunggulan yang diberikan apabila menggunakan sistem manajemen basis data sangat besar namun tidak dipungkiri bahwa setiap sistem memiliki sebuah kelemahan. Kelemahan yang sampai saat ini dirasakan para pengguna sistem basis data yaitu biaya yang relatif besar. Untuk itu yang harus diperhatikan sebelum membuat dan menggunakan sistem manajemen basis data adalah sebagai berikut.
Kelemahan DBMS (Database Management System)
§ Biaya & Harga DBMS yang Tinggi & Mahal
Kebutuhan untuk medapatkan perangkat lunak dan perangkat keras yang tepat cukup
mahal, termasuk biaya pemeliharaan dan sumber daya manusia yang mengelola
basis data tersebut.
§ Memerlukan suatu skill tertentu untuk bisa
melakukan administrasi dan manajemen database agar dapat diperoleh struktur dan
relasi data yang optimal
§ Sangat kompleks. Sistem basis data lebih
kompleks dibandingkan dengan proses berkas, sehingga dapat mudah terjadinya
kesalahan dan semakin sulit dalam pemeliharaan data.
§ Resiko data yang terpusat. Data yang terpusat
dalam satu lokasi dapat beresiko kehilangan data selama proses aplikasi.
§ Konversi dari sistem lama ke sistem DBMS
terkadang sangat mahal, disamping biaya pengadaan perangkat keras dan perangkat
lunak, diperlukan pula biaya pelatihan.
§ Membutuhkan media penyimpanan yang besar baik
eksternal (disk) maupun internal (memory) agar DBMS dapat bekerja cepat dan
efisien.
§ Membutuhkan memory komputer yang besar.
§ Membutuhkan spesifikasi hardware yang tinggi /
khusus.
§ Membutuhkan waktu yang lama untuk konversi
sistem.
§ Terkadang kinerja DBMS low performance.
§ Resiko kegagalan cukup tinggi
Dengan mempelajari keunggulan dan kelemahan sistem manajemen basis data diatas maka akan menjadi lebih mudah untuk memilih sistem yang tepat.
Peranan database dan DBMS
dalam memecahkan masalah dalam Psikologi
Peranan DATABASE :
Menentukan kebutuhan data dengan mengikuti
pendekatan berorientasi masalah atau pendekatan model perusahaan.
Peranan DBMS :
a. Data
yang berulang dalam bentuk multifile duplikat maupun data duplikat dalam satufile.
b. Data dan
program menyatu.
c. Kebutuhan
untuk mengintegrasikan data dari file-file.
d. Kebutuhan
untuk memperoleh data secara cepat.
e. Kebutuhan
untuk membuat data dengan aman.
Database tidak harus berupa sekumpulan data yang sangat banyak dan
kompleks, namun bisa terdiri dari puluhan data saja. Pada beberapa database sederhana,
sebuahsoftware word processing (Word) bisa
digunakan untuk menampung dan mengorganisir data tersebut. Atau jika database
terdiri dari data yang bersifat angka dan diperlukan perhitungan lanjutan,
pengolahan bisa dilakukan dengan software spreadsheet (Excel).
Pada prinsipnya software seperti Word ataupun Excel bisa
berfungsi seperti layaknya sebuah database yang representatif.
Manfaat dalam Psikologi
Dalam bidang psikologi, khususnya pada bidang
Psikologi Industri dan Organisasi penggunaan database sangatlah
dibutuhkan agar dapat memudahkan pihak HRD untuk melihat atau mengecek
data-data yang diperlukan dari seorang pegawai atau calon pegawai diantara 1000
pegawai yang ada.
Dalam ruang lingkup sekolah, database sangat
dibutuhkan, terlenih lagi bagi psikolog yang mengatasi anak-anak yang sering
bolos disekolah. Dengan database, dapat memudahkan psikolog untuk
mencari beberapa anak yang sering bolos di sekolah dari ratusan yang ada.
Dalam database terdapat
istilah “attribute” Sebutan untuk mewakili sebuah entity(Suatu
kumpulan orang, tempat, kejadian, aktifitas atau bagian yang terdapat dalam
sebuah organisasi atau informasi yang akan direkam). Misalkan, seorang
mahasiswa atau siswa dapat dilihat atributnya, misalnya npm, nama, alamat,
hobby dan lain-lain. Atribute juga disebut data elemen, data field atau
data item. Ini juga merupakan salah satu pemanfaatan data base untuk lingkup
Psikologi, karena salah satu bidang profesi Psikologi adalahSchool
Psychologist, misalkan pada suatu organisasi pendidikan terdapat siswa yang
sedang mengalami masalah sering terlambat datang kesekolah, maka tugas seorang
psikolog adalah mengetahui data awal siswa tersebut yang dimiliki sekolah,
setelah itu baru dapat memikirkan langkah atau treatment apa yang baik
digunakan. Dan masih banyak lagi pemanfaatan yang dapat dirasakan dengan
penggunaan data base lainnya, dalam bidang Psikologi maupun bidang lainnya.
Sumber : http://informatika.web.id/sejarah-basis-data.htm
http://mtechnology14.blogspot.com/2016/11/pengertian-dan-sejarah-data-base.html
https://www.maxandro.com/2016/03/kelebihan-dan-kelemahan-dbms-database.html
Santoso,
S & Susanto, B. 2000. Aplikasi Access dalam Pengolaan Data
Personalia. Jakarta : PT. Elex Media Komputindo.
http://ninda-psikologi.blogspot.com/2011/04/sip-data-base-dan-psikologi.html
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/12/struktur-database/
Sistem
Informasi Manajemen dan Sistem Penunjang Keputusan
Sistem Informasi Manajemen
Manajemen sendiri mencakup proses perencanaan, pengorganisasian,
pengawasan, pengarahan, dan lain-lain, dalam suatu organisasi. Sedangkan,
informasi dalam satu organisasi adalah data yang diolah sedemikian rupa
sehingga memiliki nilai dan arti bagi organisasi.
Dengan ini, dapat disimpulkan
bahwa Sistem Informasi Manajemen (SIM)
merupakan sistem yang mengolah serta mengorganisasikan data dan informasi yang
berguna untuk mendukung pelaksanaan tugas dalam suatu organisasi.
Konsep Sistem Informasi Organisasional
Pada
dasarnya konsep system organisasional ini memiliki hubungan antara system dan
organisasi. Bagaimana system tersebut dapat bisa terorganisasi dengan baik.
Sistem itu sendiri adalah seperangkat komponen yang saling berhubungan dan
saling bekerjasama untuk mencapai beberapa tujuan. Sistem informasi adalah kumpulan
hardware dan soft ware komputer, prosedur, dokumentasi, formulir dan orang yang
bertanggungjawab untuk memperoleh, menggerakkan, manajemen, distribusi data dan
informasi. Proses yang harus diikuti dalam pengembangan suatu sistem yang baik
disebut sistem Analysis and Design.
Model
Sistem Informasi Manajemen
Gambar
diatas mendefinisikan model dari sitem infoprmasi manajemen (SIM)
SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN
Definisi
Model pengambilan
keputusan menurut Herbert A. Simon adalah dimulai pada tahap
penyelidikan yaitu mempelajari lingkungan atas kondisi yang memerlukan
keputusan. Data mentah diperoleh, diolah, dan diuji untuk dijadikan petunjuk
yang dapat mengidentifikasi persoalan. Digunakan sebagai dasar untuk
menjelaskan proses pengambilan keputusan. Tahap berikutnya adalah
perancangan mengembangkan, dan menganalisis arah tindakan yang mungkin. Hal ini
meliputi proses-proses untuk memahami persoalan, menghasilkan pemecahan, dan
menguji kelayakan pemecahan tersebut. Tahap berikutnya adalah pemilihan
yaitu memilih arah tindakan tertentu dari semua alternatif yang ada,
selanjutnya pilihan ditentukan dan dilaksanakan.
Jadi proses
pengambilan keputusan dapat dianggap sebagai sebuah arus dari penyelidikan
sampai perancangan dan kemudian pada pemilihan. Tetapi pada setiap tahap
hasilnya mungkin dikembalikan ke tahap sebelumnya untuk dimulai lagi. Jadi
tahapan tersebut merupakan unsur-unsur sebuah proses berkesinambung. Sebagai
contoh, pilihan mungkin menolak semua dan kembali ke tahap perancangan untuk
menerbitkan pemecahan tambahan alternatif dan kembali ke tahap perancangan
untuk menerbitkan pemecahan tambahan.
2. Konsep dasar Pembuatan Keputusan
Sistem informasi
manajemen adalah sistem yang memberikan informasi untuk digunakan dalam pembuatan
keputusan guna menyelesaikan masalah bagi para penggunanya.
Perkembangan aplikasi
sistem informasi berbasis komputer (Computer Based Information System
- CBIS) dalam organisasi telah berkembang dalam model yang
dikategorikan sebagai sistem pemrosesan transaksi (Transaction
Processing System - TPS), sistem informasi manajemen (Manajemen
Information Sistem - SIM), sistem pendukung keputusan (Decision
Support System - DSS). Baik TPS maupun SIM ditunjukkan
bagi arus informasi terstruktur untuk menunjang proses organisasional rendah
dan menengah. Sistem Pendukung Keputusan (SPK) mempunyai keputusan yang sangat
spesifik yakni memberi bantuan kepada para pembuat keputusan manajemen tingkat
menengah dan atas dalam membuat keputusan yang sangat penting. SPK
atau Sistem Pendukung Keputusan adalah sistem interaktif yang
memberikan akses yang mudah ke model keputusan dan data kepada pemakai, guna
menunjang tugas pembuatan keputusan semi terstruktur dan tak terstruktur.
Perbedaan khusus
antara TPS dan SIM disatu sisi, dengan SPK di lain sisi, adalah bahwa SPK
mempunyai variasi informasi penunjang keputusan tertentu yang berada dalam
berbagai bentuk format. Sedangkan dalam TPS dan SIM, informasi yang bersifat
tidak fleksibel. Guna mengevaluasi tingkat dan jenis keterlibatan
manajemen yang diperlukan dalam SPK, akan dikemukakan kerangka untuk
pengevaluasian model seperti ini. Kerangka ini dihasilkan dari
pengkategorisasian proses secara intuitif dan logis maupun dari literatur yang
ada.
3. Pengambilan Keputusan
Faktor yang
menggerakkan proses pengambilan keputusan dapat berupa ketidakpuasan atas
keadaan saat itu atau imbalan yang diharapkan dari keadaan baru. Dalam kasus
ketidakpuasan, kekuatan penggerak adalah penemuan sebuah persoalan. Dalam hal
imbalan yang diharapkan, adalah hasil pencarian peluang. Cara lain untuk
menjelaskan proses pengambilan keputusan adalah dalam arti suatu kegiatan
bersinambung yang digerakkan oleh sebuah sasaran mengubah sistem (bisnis,
departemen, keluarga dan sebagainya) dari keadaan sekarang menjadi suatu
keadaan yang diharapkan atau tujuan mengakibatkan suatu pencarian cara
mencapainya. Proses ini sering disebut “analisis cara tujuan” (means-end
analysis).
Beberapa model
pengambilan keputusan lebih banyak menekankan pada umpan balik hasil
keputusan. Model lainnya dalam menentukan langkah-langkah proses
pengambilan keputusan adalah sebagai berikut :
a. Pengenalan persoalan atau kebutuhan untuk pengambilan keputusan
b. Analisis dan laporan alternatif-alternatif
c. Pemilihan di antara alternatif yang ada
d. Komunikasi dan pelaksanaan keputusan
e. Langkah lanjutan dan umpan balik hasil keputusan.
Kedua model tersebut
tidak saling bertentangan. Model Simon pada dasarnya mengatakan bahwa
pelaksanaan adalah keputusan dan bahwa keputusan lain diperlukan untuk
langkah selanjutnya. Model Simon ini lebih relevan bagi perancangan sistem
informasi manajemen (SIM).
Cara menggunakan informasi dari sistem penunjang keputusan
Cara menggunakan informasi dari sistem penunjang keputusan
Decision
Support Systems (DSS)
atau Sistem Pendukung Keputusan (SPK) adalah sebuah sistem yang membantu satu
atau lebih pengambil keputusan dalam melakukan aktivitas pengambilan keputusan
dengan bantuan seperangkat alat yang terorganisir dan disesuaikan dengan
struktur dan porsi permasalahan dalam usaha memperbaiki efektivitas akhir
dari outcome keputusan.
Pada
dasarnya
dua
pengguna informasi
dari
DSS oleh manajer,
yaitu untuk (1) mendefinisikan masalah dan (2) memecahkan masalah tersebut.
Pendefinisian masalah
adalah usaha definisi dari pendekatan system. Ia juga berkaitandengan fase intelegensi yang dikemukakan oleh Simon. Selanjutnya manajermenggunakan informasi untuk memecahkan masalah yang telah diidentifikasi. Hal inimerupakan usaha pemecahan menurut poendekatan sistim dan
berkaitan denga fase disain dan pemilihan. Pada umumnya, lapaoran berkala dan khusus digunakan terutamadalam usaha definisi, dan simulasi dalam usaha pemecahan
Laporan berkala dapat di rancang untuk menidentifikasi masalah atau masalah yang kemungkinan besar akan muncul, manjer juga melakukan query terhadap database untuk menemukan masalah atau mempelajari lebih jauh lagi mengenai masalah yang telah di identifikasi. Simulasi dapat juga membuka masalah yang tersembunyi, karenakelemahan
cenderung akan kelihatan menonjol
ketika operasi perusahaan diubah
secara matematis.
Laporan berkala dan khusus dapat juga membantu manajer untuk memecahkan masalah dengan cara mengidentifikasi keputusan alternatif, mengevaluasi dan memilih alternative tersebut, dan memberikan
informasi lanjutan.
Laporan berkala dan khusus
Laporan berkala atau periodic report yaitu laporan yang dibuat menurut jadwal
tertentu contohnya adalah analis penjualan terhadap pelanggan perbulan dan laporan
khususatau special report yaitu laporan yang di buat ketika
laporan dibuat ketika sesuatu yang tidak seperti biasanya terjadi contohnya laporan mengenai kecelakaan. Dalam
penggunaannya laporan berkala dan khusus bersifat lengkap atau ringkas.
Laporan lengkap dan ringkas
Laporan lengkap dan ringkas
Laporan lengkap atau detail report yaitu laporan yang memberikan spesifikasi mengenaisetiap tindakan atau transaksi dan baris yang mewakili tindakan atau transaksi
disebutbaris lengkap atau detail line sedangkan laporan ringkas atau summary report yaitu laporan yang menyertakan baris yang mewakili beberapa tindakan atau transaksi.
5. Model Sistem Penunjang Keputusan
Sistem Penunjang
Keputusan tidak ditekankan untuk membuat keputusan, melainkan melengkapi
kemampuan untuk mengolah informasi yang diperlukan untuk membuat keputusan. Dengan
kata lain, Sistem Pendukung Keputusan membantu manusia dalam proses membuat
keputusan, bukan menggantikan perannya dalam mengambil keputusan.
Keunikan SPK terletak
pada dimungkinkannya intuisi dan penilaian pribadi pengambil keputusan untuk
turut dijadikan dasar pengambilan keputusan. SPK dirancang secara khusus untuk
mendukung seseorang yang harus mengambil keputusan ‐ keputusan
tertentu. SPK merupakan produk gabungan antara keputusan
terstruktur dan tidak terstruktur.
a. Masalah Terstruktur, merupakan suatu masalah yang memiliki
struktur masalah pada 3 tahap pertama, yaitu intelijen, rancangan dan pilihan.
b. Masalah Tak Terstruktur, merupakan masalah yang sama sekali
tidak memiliki struktur pada 3 tahap diatas.
c. Masalah Semi-Terstruktur, merupakan masalah yang memiliki
struktur hanya pada satu atau dua tahap.
sumber :
https://deathneverlost.wordpress.com/2014/10/13/sistem-informasi-manajemen-dan-sistem-penunjang-keputusan/
http://ernaparj.blogspot.com/2015/06/sistem-penunjang-keputusan.html
https://www.google.com/search?q=model+sistem+informasi+manajemen&safe=strict&hl=id&biw=1366&bih=662&tbm=isch&tbo=u&source=univ&sa=X&ved=2ahUKEwiMj4zFzr7eAhWLtI8KHdZJAJ0QsAR6BAgGEAE
KECERDASAN BUATAN
(AI) DAN EXPERT SYSTEM
DEFINISI KECERDASAN BUATAN
Ada beberapa definisi tetang Artificial intelligence (AI, Kecerdasan buatan) menurut beberapa
ahli seperti berikut :
·
Minsky, 1989 : Kecerdasan buatan
adalah suatu ilmu yang mempelajari cara membuat komputer melakukan sesuatu
seperti yang dilakukan oleh manusia.
·
H. A. Simon, 1987 : Kecerdasan buatan
merupakan kawasan penelitian, aplikasi dan instruksi yang terkait dengan pemrograman
komputer untuk melakukan sesuatu hal yang dalam pandangan manusia adalah
cerdas.
·
Ensiklopedi Britannica : Kecedasan
buatan sebagai cabang ilmu komputer yang merepresentasi pengetahuan lebih
banyak menggunakan symbol-simbol daripada bilangan, dan memproses informasi
berdasarkan metode heuristic atau berdasarkan jumlah aturan.
·
Stuart J. Russell & Peter
Norvig, 2003 : Kecerdasan buatan adalah perangkat komputer yang dapat memahami
lingkungannya dan dapat mengambil tindakan yang memaksimalkan peluang
kesuksesan di lingkungan tersebut untuk beberapa tujuan.
SEJARAH KECERDASAN BUATAN
·
Era komputer elektronik (1941)
Ditemukannya pertama kali alat penyimpanan dan pemrosesan informasi yang disebut komputer elektronik. Penemuan ini menjadi dasar pengembangan program yang mengarah ke AI.
Ditemukannya pertama kali alat penyimpanan dan pemrosesan informasi yang disebut komputer elektronik. Penemuan ini menjadi dasar pengembangan program yang mengarah ke AI.
Gambar 2.0 : Z3, komputer pertama yang dapat dikendalikan oleh
perangkat lunak
·
Masa persiapan
AI (1943-1956)
Tahun 1943, Warren McCulloch dan Walter Pitts berhasil membuat suatu model saraf tiruan di mana setiap neuron digambarkan sebagai ‘on’ dan ‘off’. Mereka menunjukkan bahwa setiap fungsi dapat dihitung dengan suatu jaringan sel saraf dan bahwa semua hubungan logis dapat diimplementasikan dengan struktur jaringan yang sederhana.
Pada tahun 1950, Norbert Wiener membuat penelitian mengenai prinsip-prinsip teori feedback. Contoh terkenal adalah thermostat.
Pada tahun 1956, John McCarthy meyakinkan Minsky, Claude Shannon, dan Nathaniel Rochester untuk membantunya melakukan penelitian dalam bidang automata, jaringan saraf, dan pembelajaran intelijensia. Mereka mengerjakan proyek ini selama 2 bulan di Universitas Dartmouth. Hasilnya adalah program yang mampu berpikir non-numerik dan menyelesaikan masalah pemikiran, yang dinamakan Principia Mathematica. Hal ini menjadikan McCarthy disebut sebagai father of Artificial Intelligence/ Bapak Kecerdasan Buatan.
Tahun 1943, Warren McCulloch dan Walter Pitts berhasil membuat suatu model saraf tiruan di mana setiap neuron digambarkan sebagai ‘on’ dan ‘off’. Mereka menunjukkan bahwa setiap fungsi dapat dihitung dengan suatu jaringan sel saraf dan bahwa semua hubungan logis dapat diimplementasikan dengan struktur jaringan yang sederhana.
Pada tahun 1950, Norbert Wiener membuat penelitian mengenai prinsip-prinsip teori feedback. Contoh terkenal adalah thermostat.
Pada tahun 1956, John McCarthy meyakinkan Minsky, Claude Shannon, dan Nathaniel Rochester untuk membantunya melakukan penelitian dalam bidang automata, jaringan saraf, dan pembelajaran intelijensia. Mereka mengerjakan proyek ini selama 2 bulan di Universitas Dartmouth. Hasilnya adalah program yang mampu berpikir non-numerik dan menyelesaikan masalah pemikiran, yang dinamakan Principia Mathematica. Hal ini menjadikan McCarthy disebut sebagai father of Artificial Intelligence/ Bapak Kecerdasan Buatan.
Gambar 2.1 : Nathaniel
Rochester
·
Awal perkembangan (1952-1969)
Pada tahun 1958, McCarthy di MIT AI Lab mendefinisikan bahasa pemrograman tingkat tinggi yaitu LISP, yang sekarang mendominasi pembuatan program-program AI. Kemudian, McCarthy membuat program yang dinamakan programs with common sense. Di dalam program tersebut, dibuat rancangan untuk menggunakan pengetahuan dalam mencari solusi.
Pada tahun 1959, Program komputer General Problem Solver berhasil dibuat oleh Herbert A. Simon, J.C. Shaw, dan Allen Newell. Program ini dirancang untuk memulai penyelesaian masalah secara manusiawi. Pada tahun yg sama Nathaniel Rochester dari IBM dan para mahasiswanya merilis program AI yaitu geometry theorem prover. Program ini dapat mebuktikan suatu teorema menggunakan axioma-axioma yang ada.
Pada tahun 1963, program yang dibuat James Slagle mampu menyelesaikan masalah integral tertutup untuk mata kuliah Kalkulus.
Pada tahun 1968, program analogi buatan Tom Evan menyelesaikan masalah analogi geometri yang ada pada tes IQ.
Pada tahun 1958, McCarthy di MIT AI Lab mendefinisikan bahasa pemrograman tingkat tinggi yaitu LISP, yang sekarang mendominasi pembuatan program-program AI. Kemudian, McCarthy membuat program yang dinamakan programs with common sense. Di dalam program tersebut, dibuat rancangan untuk menggunakan pengetahuan dalam mencari solusi.
Pada tahun 1959, Program komputer General Problem Solver berhasil dibuat oleh Herbert A. Simon, J.C. Shaw, dan Allen Newell. Program ini dirancang untuk memulai penyelesaian masalah secara manusiawi. Pada tahun yg sama Nathaniel Rochester dari IBM dan para mahasiswanya merilis program AI yaitu geometry theorem prover. Program ini dapat mebuktikan suatu teorema menggunakan axioma-axioma yang ada.
Pada tahun 1963, program yang dibuat James Slagle mampu menyelesaikan masalah integral tertutup untuk mata kuliah Kalkulus.
Pada tahun 1968, program analogi buatan Tom Evan menyelesaikan masalah analogi geometri yang ada pada tes IQ.
Gambar
2.2 : John Mccarthy
·
Perkembangan AI melambat
(1966-1974)
Perkembangan AI melambat disebabkan adanya beberapa kesulitan yang di hadapi seperti Program-program AI yang bermunculan hanya mengandung sedikit atau bahkan tidak mengandung sama sekali pengetahuan pada subjeknya, banyak terjadi kegagalan pada pembuatan program AI, terdapat beberapa batasan pada struktur dasar yang digunakan untuk menghasilkan perilaku intelijensia.
Perkembangan AI melambat disebabkan adanya beberapa kesulitan yang di hadapi seperti Program-program AI yang bermunculan hanya mengandung sedikit atau bahkan tidak mengandung sama sekali pengetahuan pada subjeknya, banyak terjadi kegagalan pada pembuatan program AI, terdapat beberapa batasan pada struktur dasar yang digunakan untuk menghasilkan perilaku intelijensia.
·
Sistem berbasis pengetahuan
(1969-1979)
Pada tahun 1960an, Ed Feigenbaum, Bruce Buchanan, dan Joshua Lederberg merintis proyek DENDRAL yaitu program untuk memecahkan masalah struktur molekul dari informasi yang didapatkan dari spectometer massa. Dari segi diagnosa medis juga sudah ada yang menemukan sistem berbasis Ilmu pengetahuan, yaitu Saul Amarel dalam proyek computer ini biomedicine. Proyek ini diawali dari keinginan untuk mendapatkan diagnosa penyakit berdasarkan pengetahuan yang ada pada mekanisme penyebab proses penyakit.
Pada tahun 1960an, Ed Feigenbaum, Bruce Buchanan, dan Joshua Lederberg merintis proyek DENDRAL yaitu program untuk memecahkan masalah struktur molekul dari informasi yang didapatkan dari spectometer massa. Dari segi diagnosa medis juga sudah ada yang menemukan sistem berbasis Ilmu pengetahuan, yaitu Saul Amarel dalam proyek computer ini biomedicine. Proyek ini diawali dari keinginan untuk mendapatkan diagnosa penyakit berdasarkan pengetahuan yang ada pada mekanisme penyebab proses penyakit.
Gambar 2.3 : Ed Feigenbaum
bersama anggota direksi The Computation Center
·
AI menjadi sebuah industry
(1980-1988)
Industralisasi AI diawali dengan ditemukannya sistem pakar yang dinamakan R1 yang mampu mengkonfigurasi sistem-sistem komputer baru. Program tersebut mulai dioperasikan di Digital Equipment Corporation (DEC), McDermott, pada tahun 1982. Pada tahun 1986, program ini telah berhasil menghemat US$ 40 juta per tahun.
Pada tahun 1988, kelompok AI di DEC menjalankan 40 sistem pakar. Hampir semua perusahaan besar di USA mempunyai divisi Ai sendiri yang menggunakan ataupun mempelajari sistem pakar. Booming industry Ai juga melibatkan perusahaan-perusahaan besar seperti Carnegie Group, Inference, IntelliCorp, dan Technoledge yang menawarkan software tools untuk membangun sistem pakar. Perusahaan hardware seperti LISP Machines Inc., Texas Instruments, Symbolics, dan Xerox juga turut berperan dalam membangun workstation yang dioptimasi untuk pembangunan program LISP. Sehingga, perusahaan yang sejak tahun 1982 hanya menghasilkan beberapa juta US dollar per tahun meningkat menjadi 2 milyar US dollar per tahun pada tahun 1988.
Industralisasi AI diawali dengan ditemukannya sistem pakar yang dinamakan R1 yang mampu mengkonfigurasi sistem-sistem komputer baru. Program tersebut mulai dioperasikan di Digital Equipment Corporation (DEC), McDermott, pada tahun 1982. Pada tahun 1986, program ini telah berhasil menghemat US$ 40 juta per tahun.
Pada tahun 1988, kelompok AI di DEC menjalankan 40 sistem pakar. Hampir semua perusahaan besar di USA mempunyai divisi Ai sendiri yang menggunakan ataupun mempelajari sistem pakar. Booming industry Ai juga melibatkan perusahaan-perusahaan besar seperti Carnegie Group, Inference, IntelliCorp, dan Technoledge yang menawarkan software tools untuk membangun sistem pakar. Perusahaan hardware seperti LISP Machines Inc., Texas Instruments, Symbolics, dan Xerox juga turut berperan dalam membangun workstation yang dioptimasi untuk pembangunan program LISP. Sehingga, perusahaan yang sejak tahun 1982 hanya menghasilkan beberapa juta US dollar per tahun meningkat menjadi 2 milyar US dollar per tahun pada tahun 1988.
Gambar 2.4 : PDP 11, Komputer
yang dikonfigurasi oleh R1
·
Kembalinya jaringan saraf
tiruan (1986 – sekarang)
Meskipun bidang ilmu komputer menolak jaringan saraf tiruan setelah diterbitkannya buku ‘Perceptrons’ karangan Minsky dan Papert, tetapi para ilmuwan masih mempelajari bidang ilmu tersebut dari sudut pandang yang lain, yaitu fisika. Ahli fisika seperti Hopfield (1982) menggunakan teknik-teknik mekanika statistika untuk menganalisa sifat-sifat penyimpanan dan optimasi pada jaringan saraf. Para ahli psikolog, David Rumhelhart dan Geoff Hinton melanjutkan penelitian mengenai model jaringan saraf pada memori. Pada tahun 1985-an sedikitnya empat kelompok riset menemukan algoritma Back-Propagation. Algoritma ini berhasil diimplementasikan ke dalam ilmu bidang komputer dan psikologi.
Meskipun bidang ilmu komputer menolak jaringan saraf tiruan setelah diterbitkannya buku ‘Perceptrons’ karangan Minsky dan Papert, tetapi para ilmuwan masih mempelajari bidang ilmu tersebut dari sudut pandang yang lain, yaitu fisika. Ahli fisika seperti Hopfield (1982) menggunakan teknik-teknik mekanika statistika untuk menganalisa sifat-sifat penyimpanan dan optimasi pada jaringan saraf. Para ahli psikolog, David Rumhelhart dan Geoff Hinton melanjutkan penelitian mengenai model jaringan saraf pada memori. Pada tahun 1985-an sedikitnya empat kelompok riset menemukan algoritma Back-Propagation. Algoritma ini berhasil diimplementasikan ke dalam ilmu bidang komputer dan psikologi.
Sistem Pakar (Expert System)
adalah sistem yang berusaha
mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan
masalahseperti yang biasa dilakukan para ahli.
Sistem Pakar tidak untuk menggantikan kedudukan seorang pakar
tetapi untuk memasyaratkan (meminjam) pengetahuan dan pengalaman seorang
pakar tersebut.
Menurut Efraim Turban, Sistem Pakar harus mengandung : keahlian,
ahli, pengalihan keahlian, inferensi, aturan dan kemampuan menjelaskan
Keahlian adalah suatu
kelebihan penguasan pengetahuan di bidang tertentu yang diperoleh dari
pelatihan,membaca atau pengalaman.
Sistem Pakar dikembangkan pertama kali oleh komunitas AI (Artificial Intellegence) tahun 1960-an. Sistem
Pakar yang pertama adalah General Purpose Problem Solver
(GPS) yang dikembangkan oleh Newel
Simon.
Hubungan AI dengan
kognisi manusia
Menurut
Turban pada tahun 1995, Sistem pakar adalah program komputer yang menirukan
seorang pakar dengan keahlian pada suatu wilayah pengetahuan tertentu.
Permasalahan yabng di tanganin seorang pakar jelas bukan hanya alogaritma,
namun lebih dari itu seorang pakar biasanya menyelesaikan masalah yang lebih
rumit dan pemahamannya sulit utuk di pahami. Sistem pakar juga demikian, bukan
hanya berisi alogaritma namun juga pengetahuan dan aturan.
Sistem
pakar biasanya sering digunakan dalam bidang ekonomi, kepentingan bisnis,
keungan, tegnologi dan kedokteran. Pada dasarnya sistem pakar di terapkan untuk
mendukung aktivitas pemecahan masalah. Ternyata banyak aktivitas pemecahan
masalah yang dilakuakn sistem pakar diantaranya decicion makning (pembuat
keputusan), knowledge fusing (pemaduan pengetahuan), designing (mendisain),
planning (perencanaan), forecasting (perakitan), regulating (pengaturan), controlling(pengendalian), diagnosing (mendiagnosa), prescribing
(perumusan), explaining(penjelasan), adbvising (pemberian
nasihat), dan tutoring (pelatihan). Selain itu sistem pakar
juga bisa menjadi asistem seorang pakar (atau saingan).
.
Eliza, Parry dan Nettalk adalah beberapa contoh
dari chatterbot. Chatterbot merupakan sebuah program komputer
yang dirancang untuk menstimulasi percakapan intelektual dengan satu atau lebih
manusia secara audio maupun teks. Chatterbot dikategorikan
sebagai kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence, yang dimanfaatkan
untuk tujuan praktis seperti bantuan online, layanan personal, atau diskusi
informasi, dengan begitu hal ini dapat dilihat bahwa fungsi program sebagai
suatu jenis agen percakapan (conversational agent). Berikut ini adalah
penjelasan dari ELIZA, PARRY, dan NET TALK :
Program
yang dipublikasikan oleh Joseph Weizenbaum pada tahun 1966, yang dapat
mengelabui pengguna hingga mempercayai bahwa mereka sedang bercakap-cakap
dengan manusia nyata. Tujuan dari pembuatan program ini adalah untuk meniru
pembicaraan antara seorang psikolog dan pasiennya yang dimana Eliza berperan
sebagai psikoterapis dan memberikan saran dan nasihat tentang masalah
penggunanya. Kunci metode operasional Eliza melibatkan
rekognisi dari isyarat kata-kata atau kalimat input, dan output berupa
tanggapan yang telah dipersiapkan atau diprogram, yang dapat meneruskan
percakapan dengan suatu cara sehingga tampak bermakna.
Parry dibuat pada tahun 1972 oleh
psikiatris Kenneth Colby ketika di Universitas Stanford. Parry bertujuan untuk merefleksikan
pikiran pasien dengan mental paranoid yang serius. Program ini menjalankan
model mentahan dari prilaku schizophrenia paranoid berdasarkan konseptualisasi
dan kepercayaan (penilaian tentang konseptualisasi : penerimaan, penolakan, dan
netral). Ini juga menggunakan strategi percakapan, lebih serius dan merupakan
program lanjutan dari Eliza.
·
NET TALK
Connectionism adalah
gerakan dalam ilmu kognitif yang berharap untuk menjelaskan kemampuan
intelektual manusia menggunakan jaringan syaraf tiruan (juga dikenal sebagai
“jaringan syaraf”). Jaringan syaraf disederhanakan model otak terdiri dari
sejumlah besar unit (young analog neuron) bersama-sama dengan bobot yang
mengukur kekuatan hubungan antara unit. Model ini berat efek dari sinaps yang
menghubungkan satu neuron yang lain. Percobaan pada model semacam ini telah
menunjukkan kemampuan untuk mempelajari keterampilan seperti pengenalan wajah,
membaca, dan deteksi struktur gramatikal sederhana. Connectionists telah
membuat kemajuan yang signifikan dalam menunjukkan kekuatan jaringan saraf
untuk menguasai tugas-tugas kognitif. Berikut adalah tiga percobaan terkenal
yang telah mendorong connectionists untuk percaya bahwa JST model yang baik
dari kecerdasan manusia. Salah satu yang paling menarik dari upaya tersebut
adalah kerja 1987 Sejnowski dan Rosenberg di jaring yang dapat membaca teks
bahasa Inggris disebut NETtalk. Pelatihan ditetapkan untuk NETtalk adalah basis
data yang besar terdiri dari teks bahasa Inggris ditambah dengan output yang
sesuai fonetik-nya, yang ditulis dalam kode yang cocok untuk digunakan dengan
synthesizer pidato. Tape kinerja NETtalk di berbagai tahap pelatihan
mendengarkan sangat menarik. Pada awalnya output random noise. Kemudian, bersih
suara seperti itu mengoceh, dan kemudian masih seolah-olah itu adalah berbahasa
Inggris double-talk (pidato yang dibentuk dari suara yang menyerupai kata dalam
bahasa Inggris). Pada akhir pelatihan, NETtalk melakukan pekerjaan yang cukup
baik mengucapkan teks diberikan. Selain itu, kemampuan ini generalizes cukup
baik untuk teks yang tidak disajikan pada training set.
sumber: http://irmasepta.blogspot.com/2016/11/artificial-intelligence-eliza-parry-net.html
http://ayuinta.blogspot.com/2015/12/sejarah-ai-hubungan-ai-dengan-kognisi.html
https://evangelinosite.wordpress.com/2017/09/28/artificial-intelligence-definisi-sejarah-dan-contoh-kecerdasan-buatan/
http://itdare.blogspot.com/2014/04/sejarah-dan-pengertian-tentang-sistem.html









Tidak ada komentar:
Posting Komentar